Translate Your Language Here

Sharing di Sini Kesalahan Penampilan Saat Berjilbab.



 Beberapa wanita mungkin memutuskan mengenakan jilbab untuk menjalani kesehariannya. Seseorang yang memutuskan memakai jilbab seharusnya sudah siap secara lahir batin  dan berperilaku baik. Selain itu, Anda juga harus sudah siap untuk menutup aurat dengan berpenampilan luar sesuai kaidah agama Islam. Kenakanlah pakaian yang sesuai dan jilbab yang benar agar penampilan Anda semakin cantik, mempesona, dan makin bersahaja. Seiring berkembangnya tren fashion hijab, masih ada saja orang yang melakukan kesalahan penampilan berjilbab. Sehingga akan terlihat aneh penampilannya. Nah, apa sajakah itu? Berikut Sharing di Sini Kesalahan penampilan saat berjilbab.

1. Rambut yang mencuat keluar
Seringkali rambut muncul dari bagian dahi, kening maupun dekat telinga, bahkan ada yang mencuat dalam hijab bagian belakang punggung. Hal tersebut bisa terjadi karena tidak menggunakan inner hijab. Tapi, menggunakan inner hijab rambut juga bisa mencuat jika Anda mengikat rambut degan cara yang salah atau innernya mudah molor. Jadi ikatlah rambut Anda sekuat dan serapih mungkin, gunakan bandana agar rambut/poni tidak mencuat ke depa. Jika rambut Anda panjang, maka kuncir&tekuk rambut Anda atau masukkan kedalam ciput/inner agar tidak berbalapan melambai dengan hijab di bagian belakang punggung.

2. Memakai jilbab ‘Mickey Mouse’ dan transparan
Beberapa orang masih ada yang mengenakan jibab dengan kedua telinga dan lehernya yang masih terlihat. Bisanya gaya jilbab semacam itu sering disebut  “jilbab Mickey Mouse” karena menunjukkan kedua telinganya. Jilbab yang baik adalah yang menutupi bagian kepala dan dada, menyisakan bagian wajah saja. Pilihlah jilbab yang nyaman agar Anda tak merasa panas. Bahan rayon atau kaos pada inner hijab bisa meyerap keringat dan terasa nyaman di kulit. Jika Anda ingin memakai jilbab yang transparan, maka lipatlah menjadi segitiga, atau dimodifikasi menjadi beberapa kali lipatan di kepala atau menggunakan inner ninja agar menutupi bagian dalam kepala dan leher.

3. Hijab tidak menutupi daerah dada
Saat menggunakan hijab, beberapa orang seringkali melilitkannya di leher atau membiarkan bagian dada terlihat. Secara tak langsung, bentuk dada dan pinggang Anda pun juga akan terlihat, apalagi jika memakai baju yang tidak longgar/terlihat bentuk tubuhnya. Untuk itu, pilih model hijab yang menutupi bagian  dada, pakai pashmina/sawl untuk menutup area dada, atau memilih model baju bagian dada yang longgar.

4. Memakai Baju Ketat dan Sexy
Seringkali beberapa orang tidak menyadari penampilannya yang mengenakan hijab panjang atau menutup dada, namun bagian bawah, dress, celana, kaos masih mengenakan yang ketat atau press body. Sehingga terlihat sexy dan seluruh lekuk tubuhnya terlihat. Dan yang terjadi banyak orang yang melihatnya akan menyayangkan dan menilai aneh. Nah, sebaiknya nilai lagi penampilan baju yang Anda kenakan, pantas/tidak disesuaikan dengan gaya wanita berhijab.  Kini, banyak tutorial  fashion hijab yang syar’i dan cantik juga bisa Anda tiru.
Penampilan wanita untuk mengenakan hijab dan fashion gaya busananya merupakan pilihan setiap individu wanita, namun alangkah baiknya jika dibarengi dengan penampilan yang anggun, pantas dan bersahaja. Agar orang yang memandangnya menjadi kagum dan tidak risih.

Semoga bermanfaat ^_^

JIKA DIA BUKAN JODOHKU ...

Palembang, 22 November 2013
Pukul 10:32 WIB



Jika dia bukan jodohku, Ya Allah..
Pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku
Aku tak ingin mencintai orang yang salah
Sungguh walaupun melupakannya sangat menyakitkan
Aku berusaha untuk sanggup
Gugurkanlah satu persatu dengan perlahan semua kenangan
Kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku
Karena jika semua terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku..

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah..
Bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku
Aku akan merasa bersalah dan mengutuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun dihatiku bukanlah jodohku
Aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi dihatiku
Tapi demi keridhaanMu, apa yang tidak akan aku lakukan ?..



Jika dia bukan jodohku, Ya Allah..
Ku mohon jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku
Karena itu hanya akan membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingatMu..

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah..
Jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku
Karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar suaranya..

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah..
Jauhkanlah sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagiku
Karena sungguh, atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya..

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah..
Janganlah membuatku berbangga hati ketika menerima pesan darinya
Hilangkanlah perasaan itu,
Karena sungguh, aku akan selalu menunggu dengan berdebar-debar balasan pesan-pesan selanjutnya..

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah..
Janganlah membuatku selalu rindu mengaitkan hati padanya
Karena sungguh, sangatlah menyakitkan jikalau aku tau bahwa dia tak rindu padaku
Padahal merindukanMu lebih pantas di atas segalanya..

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah..
Janganlah membuatku terus berharap kelak ia akan menjadi jodohku
Karena sungguh, sudah ada orang yang kelak menungguku di ujung sana, ialah jodohku sebenarnya
Satu lagi pintaku, Ya Allah.. jangan terus membuatku terlena akannya
Karena aku harus memperbaiki dan memantaskan diri bagi jodohku di ujung sana..




Surat Untuk Allah (Pengakuanku)

Palembang, 14 November 2013 
Pukul 22:32 WIB


Akukah si Umar ibn Al-Khaththab abad 21 ?
Yang pernah menzalimi, menganiaya diri sendiri, lalu bertobat.
Aku begitu menyesali masa laluku.
Ingin aku kembali ke masa kecil, akan ku buat diriku seperti Ali yang tidak pernah kafir!
Akan ku buat sejarah hidupku sedemikian putih....
Sungguh ngeri membayangkan jika Nur Ilahi tidak menyinari hatiku seperti ini.
Bagaimanapun, aku bersyukur, hidayah Allah menyentuh hatiku di saat aku masih muda, 
masih punya waktu dan kesempatan untuk bertobat, menebus semua dosaku..



Yang mencintaiMu,



Ria Dwi Lestari

up