Translate Your Language Here

Karena Aku Begitu Polos

Palembang, 23 September 2013. Pukul 08:28 WIB

Assalamu'alaikum...

Play Bunda_Melly G

Aku tulis ini dalam keadaan hati yang berkalut berselimut kabut putih. Tak dapat dijelaskan kata-kata namun mengalir begitu saja tangan ini menuliskan segelintir cerita yang merisaukan.

Ibu...
tiga huruf, satu kata yang mampu meluluhkan hati setiap orang. Iya, termasuk saya. Ibuku selalu menyangka bahwa aku tidak pernah mencintainya. Pernah suatu ketika dia berkata kepadaku "Iya, kamu senang kan kalau ibu mati cepet". Seketika sekujur tubuhku seperti disambar petir dan hingga saat ini masih terngiang (menangis). Saat itu aku hanya diam. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Selalu... yang ku lakukan memendam dan berdiam.

Sungguh, aku mencintainya melebihi nyawaku. Saat ibuku sakit, dihadapannya aku biasa-biasa saja. Namun berbeda saat aku memasuki kamarku, kamar yang menjadi saksi bisu tangis dan tawaku. Aku menangis, terpukul, rasanya aku ingin menempatkan posisi dia. Tapi aku selalu salah dalam bersikap. Selalu bingung mengutarakan isi hati betapa aku mencinta.

Aku ini seorang yang tertutup, selalu memendam apa yang dirasa, selalu salah bersikap pada yang dicinta, dan aku lebih baik memilih sakit daripada aku mengungkapkan apa yang ada dihatiku. Karena hal itu, semua orang mencapku sebagai wanita cuek dan tidak peka.

Sikapku selalu salah dalam menyikapi orang yang aku cintai. Aku berpura-pura tidak peduli, aku menjauh, aku cuek padahal aku begitu mencintainya. Tapi aku salah dan inilah polosnya aku dalam mencintai seseorang termasuk ibuku :'(. Selalu aku pendam apabila aku mencintai manusia dan inilah kebodohanku yang entah sampai kapan berlalu.

Aku mencintaimu, ibu.. dengan seluruh raga dan jiwa ini. Aku mau melakukan apapun demi kamu :*. Semoga Ibu tahu itu...

Play Satu Rindu_Opick

                                                           My Mom and I
                                                             Love You :*

Wassalamu'alaikum...

AKU INGIN BERUBAH

Palembang, 21 September 2013. Pukul 10:50 WIB



Sahabat... berubahkah aku bila ada sesuatu? berubahkah aku jika aku memiliki masalah? kambuh lagi kan egoku yang terlalu tinggi?. Lalu aku kembali pada masa dimana aku menjadi manusia khilaf? menjadi manusia yang tak dapat dikendalikan lalu menyesal pada akhirnya?.

Ya Allah... aku ingin berubah. Aku ingin keegoanku ini menghilang. Hamba hanya manusia biasa yang cepat sekali berubah dalam hitungan detik. Saat ini berkata A mungkin tak lama akan berkata B. Aku ingin berubah :(.
Ya Rabb... hamba ingin mempertahankan perubahan ini. Perubahan menjadi insan yang shalihah di mataMu dan di mata makhluk-makhlukMu. aamiin allahumma aamiin.


Akhir Cerita Cinta Pertamaku

Palembang, 13 September 2013 Pukul 20:12 WIB

Well, sebelum kita memulai cerita malam ini. Yuk, play dulu lagunya Glen Fredly_Akhir Cerita Cinta.

Iya, miris banget kalo denger itu lagu. Sama, seperti kisah perjalanan cintaku. Pada dasarnya, tidak ada kisah yang sempurna namun jika titik kejenuhan telah memuncak, disana aku akan melepaskan *halah.

Lima tahun lalu, tepatnya tahun 2008, aku jatuh cinta. Cinta pertama kalinya pada seorang lelaki yang berakhir cintaku, rasaku pada tahun 2013. Semuanya Allah yang merencanakan. Kenapa? Nanti aku jelasin di akhir cerita ya.

Kembali mengingat masa lalu, indah, begitu indah. bahagiaku luar biasa. Tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Bagiku dia begitu sempurna meskipun aku tahu begitu banyak kekurangan yang ada pada dirinya. Namun, aku menerima apa adanya, aku mencintainya dengan tulus. Bahkan, aku menjadi begitu bodoh oleh cinta ini. Aku pun rela apabila Allah menggantikan nyawaku untuk dia. Oke, kita play lagunya Sherina_Cinta Pertama dan Terakhir. Iya, dialah cinta pertama ku. Dia yang pertama membuatku jatuh hati dan sulit melupakan seorang pria.

Dia adalah kakak kelasku sewaktu masih memakai putih abu-abu. Siapa sangka, aku yang dulu tidak menyukai dengan yang namanya cinlok (cinta lokasi) tapi akhirnya terjadi dan malahan dia cinta pertamaku (weleh-weleh). Begitu populer hubungan kami di masa itu. Satu sekolah tahu jika aku dan dia berpacaran. Tidak hanya siswa-siswa bahkan guru pun tahu. Faktanya, kami berpacaran sembunyi-sembunyi dan pada akhirnya ketahuan juga, ya seperti kata pepatah mengatakan "sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga". Secara, dia itu sosok yang populer di sekolahku, dia eksis meskipun dia biasa-biasa saja. Dan aku juga bisa dibilang cukup populer kala itu hehe.Udahan cerita waktu SMA nya ya. Sekarang cerita yang sekarang aja ^_^.

Tahun 2011, dia menyatakan cintanya secara langsung padaku. Oh iya, belum diceritain. Tahun 2009, kami putus hubungan berpacaran. Dan balikan lagi tahun 2011 hehe tepatnya bulan Juli. Oke, kita kembali ke laptop eh salah kita kembali ke cerita awal. Hari itu, aku bahagia sekali sampai pipiku memerah karena bahagia karena dia orang yang aku tunggu bertahun-tahun. Tiada hari tanpa nama dia di setiap ceritaku. Dan aku selalu berpikir bahwa dialah jodohku, teman-temanku pun ikut mendoakan hubungan kami yang begitu lancar dan sweet tanpa ada pertengkaran selama dua tahun ini. Namun, masalah besar terjadi. Kita play lagunya Ungu_Dilema Cinta ya.

Demi Allah, aku menuliskan cerita ini sambil meneteskan air mata. Entah air mata apa, aku tak mengerti.

Kita lanjutin ajalah, masalah besar yang terjadi ialah dia berubah terlalu jauh sampai aku tak dapat mengenalinya lagi. Sosoknya yang selalu membuatku tersenyum ceria telah menghilang. Sosoknya yang selalu membuatku nyaman pun menghilang. Apa yang terjadi pada kami? Aku bingung....
Aku selalu berdoa pada yang menciptakanku. Semakin aku berdoa, semakin hilang rasa itu? Entahlah ... dan rasa cintaku pada dia perlahan menghilang terus menghilang. Aku mencari namun tetap tak dapat menemukannya!.
Dia berubah. Aku tak suka dengan perubahannya. Dia menjadi sosok yang tidak menghargai seorang wanita. Aku merasa tidak dihargai, tidak dihormati. Bahkan, saat aku tergeletak di ruangan putih pun dia sama sekali tidak jenguk bahkan aku diejeknya, katanya aku terlalu manja. Ya Rabb... kenapa dia seperti ini?.
Banyak sekali perubahan yang dia lakukan. Yang diatas tadi salah satunya hingga membuatku sakit hati. Yang membuatku mundur dari kisah ini. Sayang, maafkan aku, Allah telah mencabut rasa cintaku padamu. Akhir kisah kita sampai disini ya. Kalaupun kamu memanglah jodohku, kita pasti akan disatukanNya lagi untuk bersama-sama tapi untuk sekarang aku ingin memulihkan rasa sakit ini. Begitu dalam kamu membunuh cintaku.
Begini ya kamu membalas cinta orang yang begitu tulus, ikhlas, dan setia terhadapmu?. Yakinlah, kamu tidak akan mendapatkan sosok wanita sepertiku yang begitu tulus mencintaimu. Yang rela dibilang 'bodoh','tolol','begok' sama sahabat-sahabatnya serta teman-temannya karena terlalu mencintaimu hingga kamu menyakitiku berkali-kali pun aku bertahan dan memaafkan. Tapi, untuk kali ini, aku tak bisa mempertahankannya. Maafkan aku cinta pertamaku. Aku berusaha melupakanmu, aku yakin aku bisa.
Semoga kau bahagia bersama orang lain.
Kita akhiri cerita ini dengan memutar lagu... Flanella_Selamat Tinggal Cinta Pertama

Sampai bertemu di kisah selanjutnya ^_^

"SURAT TERAKHIR"

10 September 2013, Pukul 22.10 WIB kota Purworejo. Coba buka laptop sambil dengar lagu, lalu aku berfikir untuk menuliskan "surat terakhir" yang sampai sekarang belum aku kirim ke alamat tujuannya. Well, sebelumnya baca bismillah dulu yuk,,, bismilahirrohmanirrohim... Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

===========================================================



Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni? Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa-masa yang sudah terlewati.
Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak akan mempersilahkan aku duduk?.
Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal-hal yang telah disediakan namun bukan untuk aku miliki. Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih atau mempersiapkan diri kemudian pergi. Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat-saat dimana sudah tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan.
Bukankah tak ada artinya menunggu padahal kamu bukanlah untuk ku tunggu. Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak diperuntukkan bagiku?.
Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki, itu artinya aku tidak ingin mempertahankan kamu lagi. Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai.
Mungkin kita memang bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi. Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Allah rancang ditangan orang lain. Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin oleh-Nya.
Aku melepaskan kamu sebagai hati yang ingin aku pilih dan ku harap bisa membuatnya pulih. Namun kini, aku membiarkan kamu untuk berlabuh kemanapun yang kamu mau.
Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakan.
Mari pergi dari titik ini dan cari kebahagiaan kita sendiri. Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku dapat menemukan jalannya yang sudah ditentukan.
Karena dia yang sedang datang menujuku itu dialah jodoh sejatiku yang telah ditentukanNya. In Shaa Allah.


===========================================================

Alhamdulilah... selesai juga. Oh ya, terima kasih ya udah mau baca hehe.
Pesan terakhir, jaga terus solat lima waktunya, tetep jalankan ibadah Allah yaa. Semangat !!!
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.


up