===========================================================
Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni? Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa-masa yang sudah terlewati.
Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak akan mempersilahkan aku duduk?.
Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal-hal yang telah disediakan namun bukan untuk aku miliki. Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih atau mempersiapkan diri kemudian pergi. Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat-saat dimana sudah tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan.
Bukankah tak ada artinya menunggu padahal kamu bukanlah untuk ku tunggu. Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak diperuntukkan bagiku?.
Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki, itu artinya aku tidak ingin mempertahankan kamu lagi. Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai.
Mungkin kita memang bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi. Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Allah rancang ditangan orang lain. Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin oleh-Nya.
Aku melepaskan kamu sebagai hati yang ingin aku pilih dan ku harap bisa membuatnya pulih. Namun kini, aku membiarkan kamu untuk berlabuh kemanapun yang kamu mau.
Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakan.
Mari pergi dari titik ini dan cari kebahagiaan kita sendiri. Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku dapat menemukan jalannya yang sudah ditentukan.
Karena dia yang sedang datang menujuku itu dialah jodoh sejatiku yang telah ditentukanNya. In Shaa Allah.
===========================================================
Alhamdulilah... selesai juga. Oh ya, terima kasih ya udah mau baca hehe.
Pesan terakhir, jaga terus solat lima waktunya, tetep jalankan ibadah Allah yaa. Semangat !!!
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.


0 komentar:
Posting Komentar