Translate Your Language Here

SENANDUNG CINTA



Cinta...
Bagai mutiara indah di balik karang
Putih, bersih, dan suci di atas mahligainya
Menjadi satu isyarat tentang sebuah makna
Dalam keutuhan azzam yang membentang.

Cinta...
Cinta suci adalah segalanya
Cinta yang berharga dalam bilangan nama-Nya
Cinta yang tak sekadar kata-kata
Tak sebatas duniawi semata.
Yang kita inginkan adalah cinta yang halal
Dalam setiap keberkahan-Nya
Dan engkau, akan menjadikannya semakin berwarna
Dalam dekapan kasih sayang-Nya.
Cinta yang halal...
Berapa banyak dari kita yang mengharapkannya
Begitu banyak dari kita yang mendambakannya
Tapi, jangan menghalalkan segala cara
Karena cinta mengajari kita untuk mengerti
Arti sebuah keikhlasan.
Milkilah cinta di atas jalan yang haq
Cinta yang berpijak pada satu kekuatan yang utuh
Cinta bagaikan mutiara yang kian bercahaya
Jika mahar keimanan menjadi pondasinya
Karena cinta telah mengajarkan kita tentang keindahan
Tentang kesempurnaan rasa di dalam dada
Hanya sejauh mana kita sanggup belajar menjadi sang pencinta sejati.
Biarlah semua indah pada waktunya
Tentang cinta yang halal
Tentang kedewasaan cintanya, cintaku, dan cintamu di atas jalan-Nya
Yang berakhir dengan keberkahan-Nya
Hingga menggapai jannah-Nya.


JALAN SURGA



Cinta tak boleh pergi
Meski karena kekecewaan tercipta oleh diri
Karena jalan yang ditempuh
Tak selamanya bertaburan bunga yang semerbak
Namun juga jalan yang penuh kerikil tajam
Cinta kita kuat karena ada mahabbah dari-Nya
Cinta kita tak boleh terkikis
Meski hati sering menangis
Genggam jemariku dalam perbincangan kita
Juga dalam dekapan yang menenteramkan
Agar air mata dapat terhapus
Meski nestapa berkunjung tanpa ampun
Cinta tak boleh goyah
Karena kita selalu bersatu dalam doa
Dan dalam doa itulah
Interaksi kita dengan Sang Pemilik Cinta
Karena dengan-Nya segala nestapa menjadi permata
Yang mengobati luka tanpa sengaja
Semoga biduk cinta kita tetap terkayuh dalam ridha-Nya
Dan dalam dekapan kasih-Nya
Selamanya..


IJTIHAD CINTA



Wahai diri
Jika memang kau mencintainya karena Allah
Cintailah ia dengan cara yang benar
Cintailah ia pada saat yang tepat
Cintailah ia dengan sebenar-benarnya cinta...

Wahai diri
Jika benar kau mengagungkan cinta suci
Mampukan dirimu menjadi pemuda Kahfi
Terasing demi ridha Allah
Mampukan dirimu menjadi prajurit Badar
Jadikan kekuranganmu sebagai kekuatan terbesar.

Ya Rabb,
Aku tak akan lagi memaksakan diri
Hanya untuk sebuah perasaan
Jika memang dia jiwa yang Kau pilihkan
Berikanlah kami jalan
Jika memang dia takdir yang Kau tetapkan
Sampaikan rinduku dengan cara-Mu
Jika memang dia yang kau siapkan untukku
Pantaskan aku untuknya dan pantaskan ia untukku.

Ya Rabb,
Aku titipkan hati ini pada-Mu
Berikanlah pada orang-orang yang namanya tertulis di Lauh Mahfudz
Berikanlah pada orang yang melabuhkan cintanya pada-Mu
Berikanlah padanya, seseorang yang kupilih.

Ya Rabb,
Jika memang dia bagus untukku
Bagus untuk agamaku
Satukanlah kami dengan pinta cinta-Mu
Jika dia memang penyempurna agamaku
Pengisi sela-sela jariku
Hadiahkan hatiku untuknya dan buatlah ia mencintaiku.

Ya Rabb,
Jika ada dia pilihan dan di antaranya adalah dia
Pilihkan dia untukku
Jika ada sepuluh pilihan dan di antaranya adalah dia
Pilihkan dia untukku
Jika ada seratus pilihan dan di antaranya adalah dia
Pilihkan dia untukku
Dan jika ada satu pilihan namun tidak ada dia dalam pilihan itu
Maka aku akan lapang menerima
Sebagai bentuk pemberian terbesar-Mu
Karena Engkaulah Yang Mahatahu
Karena Engkaulah yang menciptakanku
Karena Engkaulah pemilik takdirku
Aku tak akan memaksakan hatiku pada yang bukan takdirku
Karena yang benar-benar kucinta hanyalah Kamu, Ya Rabb

Ya Rabb,
Aku masih berharap dialah kekasih halalku
Yang kau siapkan khusus untukku
Aku memilihnya dengan sebuah keyakinan
Aku terima setiap ketetapan-Mu yang kau berikan
Aku terima segala suka dan duka yang menyertai
Aku bersedia taat padanya, menjadi makmumnya
Aku bersedia menanggung resiko
Aku bersedia menjadi pelita dan sandarannya.

Ya Rabb,
Aku yakin takdir-Mu pasti
Aku yakin rencana-Mu sangat terukur
Aku yakin kehendak-Mu yang terbaik
Aku yakin setiap ketetapan-Mu tidak ada yang salah
Maka, aku pun harus yakin
Jika dia bukan jiwa yang Kau pilihkan untukku
Akan ada jiwa lain yang lebih pantas untukku
Untuk bertahta dihatiku.

Ya Rabb,
Jika jodohku tak kau siapkan untukku di dunia ini
Sediakan untukku di surga-Mu nanti
Jika dengan menutup cinta ini membuat-Mu ridha kepadaku
Jika dengan melepas cinta ini membuat-Mu lebih dekat denganku
Maka, aku serahkan cintaku untuk-Mu
Sebagai bentuk syukurku pada-Mu
Sebagai bentuk cintaku pada-Mu

Ya Rabb,
Jika telah Kau pilihkan satu jiwa di dunia
Buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan
Buatlah aku setia pada ketetapan yang Kau anugerahkan
Buatlah aku amanah dengan setiap yang Kau titipkan.

Ya Rabb,
dengan segala kekuasaan-Mu
dengan segala kekuatan-Mu
dengan segala keagungan-Mu
aku memohon kepada-Mu
kuatkanlah hati ini saat ketetapan-Mu membuat hati ini terasa sempit
tenangkan hati ini saat ketetapan-Mu membuat hati ini terasa berat
sesungguhnya hanya dengan pertolongan-Mu, diri ini bisa menjalani ketentuan-Mu.

Ya Rabb,
Buatlah diriku mencintai-Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau ciptakan,
Buatlah diriku mencintai Rasulullah. Karen Engkau pun mencintainya.

Wahai diri,
Tak usah khawatir jika dia bukan jiwa yang dipihkan-Nya untukmu
Karena yang terbaik pasti akan terwujud
Hanya waktu yang akan menjadi saksi kekuasaan-Nya
Tak usah memaksakan jika kau memang bukan untuk dirinya
Karena pasti dia bukan yang terbaik untukmu.

Wahai diri,
Biarkan pahat-Nya yang mengukir takdir
Biarkan kuas-Nya yang melukis kisah manis
Biarkan tangan-Nya yang meramu
Semoga dia memang benar untuk dirimu.


CINTA SEJATI



Senyumku pun mengembang.
Aku tak dapat berpatah kata ketika sebuah gumam terlontar dari seorang kawan.
Gemuruh hati berdegup kencang, seolah ia telah terluka dalam.

Mereka ucap, aku tak berperasaan karena mengabaikan kasih seseorang.
Mereka ucap, aku pemilah yang mencari kesempurnaan.
Mereka ucap, kasihku tak bisa diharapkan.
Berdosakah...
Ketika ku tolak cinta yang tak bertepi tanggungjawab?
Salahkah...
Jika kucoba untuk taat?
Munafikkah...
Jika kusemai rasa yang tak semestinya?
Sungguh...
Hati ini tertutup oleh Dia Yang Mahasegala.
Kekasih yang tak pernah hamparkan dusta.
Kekasih yang tak pernah bersitkan luka.
Sanggupkah aku abaikan cinta Sang Penguasa?

Tak mengapa...
Penilaian manusia terhadapku, kuanggap pemanis sandiwara
Yang takkan pernah kuanggap sebagai kisah sia-sia
Karena...
Cukuplah rasa cinta dari Tuhanku
Yang hidupkan jiwa sarat makna.

Hadapi dunia penuh cerita,berikanku cerita istimewa.
Berikanku ketenangan di tengah kegundahan.
Ajarkanku selalu tentang kehidupan.

Kurasa, itulah cinta.
Cinta yang tumbuh sesak rindu, namun enggan berhenti menunggu.
Sungguh tak akan pernah ku sesali.
Sejatinya, inilah cinta yang hakiki.


Satu Pinta Untuk Calon Imam

Wahai calon imam, aku masih menunggumu. Kadang tak sabar menanti kehadiranmu, padahal aku masih terhitung sangat muda.
Wahai calon imam, jika suatu hari kita bertemu, kemudian kita dipersatukan dalam janji suci dihadapan Allah, aku akan berjanji padamu.
Berjanji bahwa aku akan menemani dan mengabdi padamu selama titahmu ada pada jalan Ilahi.
Berjanji bahwa aku akan menjaga harga diri dan nama baikmu.
Berjanji bahwa aku akan selalu setia padamu sampai maut yang memisahkan.
Berjanji bahwa aku akan mencintai seluruh keluargamu, karena mereka lah yang membesarkanmu dan menjadikanmu takdirku.
Aku tidak akan banyak meminta darimu. Kasih sayang dan perlindungan adalah suatu kewajibanmu yang kutahu kamu mampu.
Karena aku yakin kamu seseorang yang mampu bertanggung jawab atasku.
Karena kamu adalah pria pemberani yang memintaku dari orangtuaku.
Karena kamu seseorang yang telah kupilih, atas landasan ridho-Nya.
Satu permintaanku, yang apabila kamu tidak melakukannya, maka hatiku akan hancur.
Cintailah keluargaku dengan sepenuh hatimu, yang artinya kamu akan melindungi juga adik-adikku dan menyayangi orangtuaku seperti kamu menyayangi orangtuamu.
Karena ayah dan ibuku, yang memperjuangkan aku sampai akhirnya aku dimiliki olehmu nanti.
Aku akan menceritakan padamu yang orangtuaku lakukan padaku.
Ayahku.
Tulang punggung keluarga kami. Membanting tulang setiap hari. Tak peduli hujan atau panas.
Waktu aku kecil dahulu, keluargaku bukan seperti sekarang.
Kami hidup seadanya, hanya ayahku yang sebagai seorang buruh.
Aku hanya bertemu dengannya ketika terbangun dari tidurku di adzan subuh, dan kembali bertemu di waktu tidurku.
Dulu, aku selalu menganggap ayahku tidak menyayangiku.
Karena beliau jarang menghabiskan waktu denganku. Lebih dari dua belas jam ada diluar rumah, mengangkat beban berat.
Karena beliau selalu berkata 'ayah lelah' ketika aku menunjukkan hasil karyaku.
Sampai akhirnya aku mengajukan protes padanya, karena aku ingin ayah ada denganku, menyaksikan perlombaanku, karena aku ini putrinya.
Lalu ayah berkata : "Ini untukmu, tak peduli apapun yang terjadi pada ayah nanti, kamu harus tumbuh menjadi wanita yang berhasil. Artinya ayah harus mencari uang lebih untuk tabunganmu, untuk sekolahmu, sehingga hidupmu lebih baik dari ayah."
Itu yang ayahku katakan, dan selalu menjadi motivasi untuk berprestasi di sekolah hingga kini.
Karena aku ingin ayahku bangga. Karena aku ingin ayahku memiliki putri yang bisa merawatnya tanpa takut kehabisan uang lagi.
Karena aku ingin selalu dekat dengannya, merawat usia tuanya, bahkan setelah menikah denganmu kelak.
Maukah kamu ikut serta denganku, menjaga dan merawat ayahku yang telah mendidik dan memperjuangkan kehidupanku?
Ibuku.
Ibuku adalah sosok yang sangat lembut.
Ibuku tahu semua sejarah kehidupanku.Ibuku orang pertama yang mengasihi dan merasakan kehadiranku dalam rahimnya.
Ibuku yang rela membagi makanannya denganku.
Ibuku, yang berkata 'Ibu tidak lapar. Makan yang banyak sayang.' ketika aku masih menatap lapar makanan bagian ibuku.
Ibu yang setiap kali aku sakit meneteskan air matanya.
Ibu yang setiap hari membuatkan aku makanan dan kadang kala kutolak karena aku tidak suka.
Ibu yang setiap hari memantau pencapaian sekolahku.
Ibuku yang mengajariku membereskan rumah, memasak, mencuci, dan segala macam pekerjaan rumah tangga.
Semuanya diajarkan padaku dengan satu alasan :  'agar suatu saat kelak, kalau kamu sudah menikah, kamu bisa mengurus suami, anak-anak, dan rumahmu tanpa bantuan pembantu. Jadilah perempuan yang mampu bekerja. Jangan jadi perempuan yang bisanya hanya malas-malasan. Bayangkan, betapa banyak cinta yang bisa kamu sampaikan pada suamimu, anak-anakmu hanya dengan membuat masakan kesukaan mereka. Betapa banyak cinta yang bisa kamu sampaikan pada suamimu ketika rumah dalam keadaan nyaman untuk ditinggali dan membuat suamimu terus merasa rindu dengan rumah.'
Itu Ibuku.
Tak banyak yang bisa kukatakan tentang ibu.
Karena ajarannya, didikannya, bahkan telah kugunakan sebelum menikah denganmu nanti.
Ibu, menjadikan aku wanita mandiri yang bisa bertahan.
Maukah kamu menyayangi ibuku? Yang begitu menyayangi aku? Karena aku takkan pernah jadi istrimu kalau tidak ada ibu yang melahirkan dan merawatku.
Calon imamku, aku akan menyayangi keluargamu seperti keluargaku sendiri.
Maukah kamu menyayangi keluargaku?
Tanpa keluargaku, aku takkan pernah ada untukmu.
Tanpa keluargaku, aku takkan pernah menjadi wanita yang kamu kenal saat ini.
Semoga kamu membacanya dan mengetahui pintaku ini.
Aku yang selalu menunggumu. :)



CINTA DALAM DIAM



Cinta...
Takkan habis diungkap dalam hamparan kata
Takkan cukup ditulis dengan lautan tinta
Karena di dalamnya tersimpan banyak cerita
Antara aku, kau, dan Sang Pencipta.
Sungguh,
Aku hanyalah wanita biasa
Tumbuh karena cinta, besar pun karena cinta.
Aku tak bisa berdusta
Ketika cinta hadirkan rasa.
Kata demi kata pun terangkai tanpa sengaja
Syair pun mulai berperan di dalamnya
Membumbu indah menjadi susunan kalimat.
Kala hati mulai terpikat
Bait-bait doa terperanjat syahdu.
Aku bercakap dalam bisu
Aku tak tahu, inikah sesungguhnya rindu?
Degup hati mulai menderu haru.
Sungguh,
Aku wanita biasa, manusiawi jika kuharap cinta.
Tentu seiring ridha dan doa, jika memang cintaku mendamba surga.
Izinkanlah aku bersamanya.



up