Translate Your Language Here

Lembaran Baruku...



..............................................

Keputusan berjilbab telah mengubah semua hal yang pernah kutulis dalam buku mimpi. Tak pernah sedikit pun berpikir memakai jilbab, apalagi benar-benar berjilbab seperti sekarang ini. Berarti isi buku mimpiku akan aku ubah.. semuanya....

Sesungguhnya, di zaman kejahiliyahanku, aku pernah memperolok orang yang memakai jilbab. Menurutku, orang berjilbab itu kuno, jadul, jelek, norak, dan berlebihan. Dan pernah suatu ketika aku mengatakan kepada temanku,”Aku tidak akan pernah memakai jilbab. Perintah dari mana itu? Tradisi orang Arabkah?. Mereka yang memakai jilbab itu karena mereka botak. Coba saja kalian paksa melepas jilbabnya pasti mereka botak. Dan mungkin tunggu aku tua menjadi nenek-nenek akan memakai jilbab atau tidak sama sekali karena jilbab bukanlah gayaku.” Astagfirullah.. kala itu aku masih SMP dan belum mengerti tentang agama dan hidupku penuh kejahiliyahan.

Akhirnya, target cita-citaku menjadi bintang model harus ku buang jauh-jauh sampai tidak terlihat lagi. Aku membuka lembaran baru dan kubuat rencananya dari awal lagi. Aku berjilbab, aku harus berprestasi,  aku harus membahagiakan kedua orang tuaku dunia akhirat, dan aku akan menjadi guru. Tepatnya, guru ngaji. Lebih tepatnya lagi, guru mengaji anak-anak.

Aku mulai menyadari ada mimpi lebih besar yang harus kuraih, yaitu keberkahan di dunia dan kebahagiaan kekal di akhirat. Keyakinan itu semakin besar ada ketika aku memakai jilbab ini. Tentunya tidak instan hingga aku bisa berpikir demikian, butuh perjalanan dan perjuangan panjang. Allah menegurku berkali-kali agar aku sadar akan hal ini tapi saat itu aku pura-pura tidak menghiraukannya. Acuh. Cuek. Masa bodoh. Atau sok menyibukkan diri. Hingga akhirnya Allah menegurku lewat sindiran para teman-temanku. 

Bersambung...



PERDARAHAN DILUAR HAID ( METRORAGIA )

Perdarahan diluar haid disebut metroragia, yaitu perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid. Perdarahan itu tampak terpisah dan dapat dibedakan dari haid atau 2 jenis perdarahan ini menjadi satu yang pertama dinamakan metroragia, yang kedua menometroragia. Metroragia atau menometroragia dapat disebabkan oleh kelainan organik pada alat genital atau oleh kelainan fungsional, perdarahan ini juga dapat disebabkan oleh keadaan yang bersifat hormonal dan kelainan anatomis. Pada kelainan kelainan hormonal terjadi gangguan proses hipotalamus hipofise, ovarium dan rangsangan estrogen dan progesterone dengan bentuk perdarahan sebagai berikut : terjadi dalam menstruasi, bersifat bercak dan terus menerus dan perdarahan menstruasi berkepanjangan.
Sebab – sebab organik
Perdarahan dari uterus, tuba  dan ovarium disebabkan oleh kelainan pada :
a.  serviks uteri, seperti polipus servisis uteri, erosio persionis uteri, ulkus pada portio uteri, karsinoma servisis uteri.
b.   Korpus uteri, seperti polip endometrium, abortus iminens, abortus sedang berlangsung, abortus inkomplitus, molahidatidosa, kariokarsinoma, subinvolusio uteri, karsinoma korporis uteri, sarcoma uteri, mioma uteri.
c.     Tuba falopi, seperti KET, radang tuba, dan tumor tuba.
d.    Ovarium, seperti radang ovarium, tumor ovarium. 
Sebab – sebab fungsioanal
Perdarahan dari uterus yang tidak ada hubungannya dengan sebab organik dinamakan perdarahan fungsional. Perdarahan disfungsional dapat terjadi pada setiap umur antara menarche dan menopause. Tetapi kelainan ini sering dijumpai sewaktu masa permulaan dan masa akhir fungsi ovarium.
Pada kelainan anatomis terjadi perdarahan karena adanya gangguan pada alat – alat kelamin diantaranya pada mulut rahim ( keganasan, perlukaan dan polip). Pada badan rahim (mioma uteri atau tumor rahim ), polip pada lapisan dalam rahim, keguguran atau penyakit trofoblas, keganasan ). Sedangkan pada saluran telur atau tumor tuba sampai keganasan tuba. 
Patologi
Setelah penelitian histopatologik pada uterus dan ovarium pada waktu yang sama, menarik kesimpulan bahwa gangguan perdarahan yang dinamakan metropatia hemoragika terjadi karena persistensi folikel yang tidak pecah sehingga tidak terjadi ovulasi dan pembukaan korpus luteum. Akibatnya, terjadilah hyperplasia endometrium karena stimulasi estrogen yang berlebihan dan terus menerus.
Penelitian juga menunjukkan bahwa perdarahan disfungsional dapat ditemukan bersamaan dengan berbagai jenis endometrium, yakni endometrium atrofik, hiperplastik, proliferatif, dan sekretosis, dengan endometrium jenis nonsekresi merupakan bagian terbesar. Pembagian endometrium dalam endometrium jenis nonsekresi dan endometrium jenis sekresi penting artinya, karena dengan demikian dapat dibedakan perdarahan yang anovulator dari yang ovulator. Klasifikasi ini mempunyai nilai klinik karena kedua jenis perdarahan disfungsional ini mempunyai dasar etiologi yang berlainan dan memerlukan penanganan yang berbeda. Pada perdarahan disfungsional yang ovulator gangguan dianggap berasal dari factor – factor neuromuskuler, vasomotorik, atau hematologik, yang mekanismenya belum seberapa dimengerti, sedang perdarahan anovulator biasanya dianggap bersumber pada gangguan endokrin. 
Pengobatan 
Pengobatan terhadap kelainan ini pada remaja (gadis) dengan pengaturan secara hormonal sedangkan untuk wanita menikah mempunyai anak dengan memeriksa alat kelamin dan bila perlu dilakukan kuretase dan pemeriksaan patologi untuk memastikannya. Untuk menegakkan kepastian dan mengurangi keluhan, sebaiknya dilakukan konsultasi kedokter ahli. Bentuk gambaran klinis gangguan hormonal dengan perdarahan yaitu perdarahan rahim menyimpang, menometroragia (perdarahan diluar menstruasi).   
sumber: http://ilmukesehatan01.blogspot.com/2013/01/metroragia.html

up