Well, sebelum kita memulai cerita malam ini. Yuk, play dulu lagunya Glen Fredly_Akhir Cerita Cinta.
Iya, miris banget kalo denger itu lagu. Sama, seperti kisah perjalanan cintaku. Pada dasarnya, tidak ada kisah yang sempurna namun jika titik kejenuhan telah memuncak, disana aku akan melepaskan *halah.
Lima tahun lalu, tepatnya tahun 2008, aku jatuh cinta. Cinta pertama kalinya pada seorang lelaki yang berakhir cintaku, rasaku pada tahun 2013. Semuanya Allah yang merencanakan. Kenapa? Nanti aku jelasin di akhir cerita ya.
Kembali mengingat masa lalu, indah, begitu indah. bahagiaku luar biasa. Tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Bagiku dia begitu sempurna meskipun aku tahu begitu banyak kekurangan yang ada pada dirinya. Namun, aku menerima apa adanya, aku mencintainya dengan tulus. Bahkan, aku menjadi begitu bodoh oleh cinta ini. Aku pun rela apabila Allah menggantikan nyawaku untuk dia. Oke, kita play lagunya Sherina_Cinta Pertama dan Terakhir. Iya, dialah cinta pertama ku. Dia yang pertama membuatku jatuh hati dan sulit melupakan seorang pria.
Dia adalah kakak kelasku sewaktu masih memakai putih abu-abu. Siapa sangka, aku yang dulu tidak menyukai dengan yang namanya cinlok (cinta lokasi) tapi akhirnya terjadi dan malahan dia cinta pertamaku (weleh-weleh). Begitu populer hubungan kami di masa itu. Satu sekolah tahu jika aku dan dia berpacaran. Tidak hanya siswa-siswa bahkan guru pun tahu. Faktanya, kami berpacaran sembunyi-sembunyi dan pada akhirnya ketahuan juga, ya seperti kata pepatah mengatakan "sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga". Secara, dia itu sosok yang populer di sekolahku, dia eksis meskipun dia biasa-biasa saja. Dan aku juga bisa dibilang cukup populer kala itu hehe.Udahan cerita waktu SMA nya ya. Sekarang cerita yang sekarang aja ^_^.
Tahun 2011, dia menyatakan cintanya secara langsung padaku. Oh iya, belum diceritain. Tahun 2009, kami putus hubungan berpacaran. Dan balikan lagi tahun 2011 hehe tepatnya bulan Juli. Oke, kita kembali ke laptop eh salah kita kembali ke cerita awal. Hari itu, aku bahagia sekali sampai pipiku memerah karena bahagia karena dia orang yang aku tunggu bertahun-tahun. Tiada hari tanpa nama dia di setiap ceritaku. Dan aku selalu berpikir bahwa dialah jodohku, teman-temanku pun ikut mendoakan hubungan kami yang begitu lancar dan sweet tanpa ada pertengkaran selama dua tahun ini. Namun, masalah besar terjadi. Kita play lagunya Ungu_Dilema Cinta ya.
Demi Allah, aku menuliskan cerita ini sambil meneteskan air mata. Entah air mata apa, aku tak mengerti.
Kita lanjutin ajalah, masalah besar yang terjadi ialah dia berubah terlalu jauh sampai aku tak dapat mengenalinya lagi. Sosoknya yang selalu membuatku tersenyum ceria telah menghilang. Sosoknya yang selalu membuatku nyaman pun menghilang. Apa yang terjadi pada kami? Aku bingung....
Aku selalu berdoa pada yang menciptakanku. Semakin aku berdoa, semakin hilang rasa itu? Entahlah ... dan rasa cintaku pada dia perlahan menghilang terus menghilang. Aku mencari namun tetap tak dapat menemukannya!.
Dia berubah. Aku tak suka dengan perubahannya. Dia menjadi sosok yang tidak menghargai seorang wanita. Aku merasa tidak dihargai, tidak dihormati. Bahkan, saat aku tergeletak di ruangan putih pun dia sama sekali tidak jenguk bahkan aku diejeknya, katanya aku terlalu manja. Ya Rabb... kenapa dia seperti ini?.
Banyak sekali perubahan yang dia lakukan. Yang diatas tadi salah satunya hingga membuatku sakit hati. Yang membuatku mundur dari kisah ini. Sayang, maafkan aku, Allah telah mencabut rasa cintaku padamu. Akhir kisah kita sampai disini ya. Kalaupun kamu memanglah jodohku, kita pasti akan disatukanNya lagi untuk bersama-sama tapi untuk sekarang aku ingin memulihkan rasa sakit ini. Begitu dalam kamu membunuh cintaku.
Begini ya kamu membalas cinta orang yang begitu tulus, ikhlas, dan setia terhadapmu?. Yakinlah, kamu tidak akan mendapatkan sosok wanita sepertiku yang begitu tulus mencintaimu. Yang rela dibilang 'bodoh','tolol','begok' sama sahabat-sahabatnya serta teman-temannya karena terlalu mencintaimu hingga kamu menyakitiku berkali-kali pun aku bertahan dan memaafkan. Tapi, untuk kali ini, aku tak bisa mempertahankannya. Maafkan aku cinta pertamaku. Aku berusaha melupakanmu, aku yakin aku bisa.
Semoga kau bahagia bersama orang lain.
Kita akhiri cerita ini dengan memutar lagu... Flanella_Selamat Tinggal Cinta Pertama
Sampai bertemu di kisah selanjutnya ^_^


0 komentar:
Posting Komentar