.........
Bismillah... aku berjilbab!
Semoga dengan jilbab ini membantu mengarahkan diriku lebih dekat dengan-Mu dan
melupakan segala masa kejahiliyahanku tapi “jika jilbab ini membuatku tidak
merasa nyaman maka segera aku akan melepaskannya dan tidak akan pernah lagi
untuk memakainya” itulah perjanjianku pada Allah di depan kaca saat aku
mengenakan jilbab. Teman kampusku pun gempar dengan informasi aku mengenakan
jilbab, baru saja kemarin mereka melihat rambutku terbang kesana kemari dengan
mengenakan baju ketat, menerawang, dan mengundang syahwat lelaki. Sekarang yang
mereka lihat ini kerudung yang menempel di kepalaku. Mereka tampak senang
dengan perubahanku ini. Mataku berkaca-kaca ketika kulihat senyum dan doa tulus
yang keluar dari bibir mereka.
Dengan jilbab yang melekat di
kepala, aku merasa menjalani hari-hariku bersama Allah. Meskipun jilbabku ini
masih jilbab seadanya, hanya formalitas menutup kepala dengan dada dan lekuk
tubuh yang masih terlihat, namun aku tetap berusaha teguh mengenakan jilbab.
Aku berusaha untuk terus mendekatkan diri kepada Allah. Ternyata, istiqomah
dalam berjilbab itu sangat sulit. Apalagi bagiku yang dulunya terbiasa dengan
pakaian terbuka. Setiap kali aku ke pusat perbelanjaan dan melihat baju yang
lucu dan cantik-cantik, aku tergoda untuk berhenti dan membeli. Aku membayangkan
baju itu dipadupadankan dengan bawahan yang kusukai dan yang menarik, pasti
bagus dan mix and match.
Awal-awal
berjilbab, aku memaksakan baju-baju gaulku untuk kusulap menjadi baju muslimah
penutup aurat. Jilbab aku ikat mencekik leher, baju kaos atau kemeja yang
lengannya kusambung dengan manset tangan, sementara celana jeans ketat atau
legging pun menjadi bawahan andalan.
Seiring berjalannya waktu, jilbab
tak lagi ku ikat-ikat tapi ku lilit-lilit dengan membiarkannya menjuntai
sedikit menutupi dada, meskipun pakaian ketat tetap menjadi pilihan yang tidak
bisa ditawar-tawar lagi.
Pada masa awal berjilbab, aku
terus belajar agama. Aku banyak membaca tentang cara berjilbab yang benar. Aku belajar
bahwa salah satu tujuan memakai jilbab adalah untuk melindungi diri dari
pandangan dan objek khayalan para pria. Aku berpikir, jika aku tetap memakai
baju ketat seperti ini, meski jilbab membungkus kepalaku, lalu apa artinya? Aku
berpakaian tapi tidak seperti berpakaian (telanjang) karena lekuk tubuh masih
jelas terlihat.
Bersambung...
Bersambung...


0 komentar:
Posting Komentar