Translate Your Language Here

Sunnah-Sunnah Fitrah

Yang dimaksud sunnah-sunnah fitrah adalah sunnah para Nabi saw, dan dikatakan juga bahwa maksudnya adalah agama.
Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda,"Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Khitan 
          Khitan bagi perempuan adalah memotong bagian yang paling bawah dari kulit yang terdapat di bagian atas kemaluan. Tujuannya untuk menstabilkan syahwatnya. Hukum khitan bagi wanita yaitu dianjurkan dengan tujuan untuk memuliakannya.
          Ibnu Qudamah berkata dalam al-Mughni (1/85) "Adapun khitan, maka ia wajib bagi laki-laki, dan bagi perempuan ia adalah kemuliaan. Ini merupakan pendapat sebagian besar ulama."
         Diantara dalil yang menunjukkan tentang disyariatkannya khitan bagi perempuan adalah sabda Nabi saw,"Apabila seorang lelaki telah duduk di antara empat cabang perempuan (di antara kedua kaki dan kedua tangannya), dan dua khitan telah saling bersentuhan, maka telah wajib baginya mandi." (HR. Muslim). Yang dimaksud dengan dua khitan adalah bagian yang dipotong dari kemaluan seorang laki-laki dan kemaluan perempuan. Disini terdapat juga keterangan bahwa pada masa itu anak-anak perempuan juga dikhitan.
        Jadi, hukum khitan bagi perempuan tidaklah kurang dari istihbab atau dianjurkan. Wallahu'alam..

  • Siwak
      
 Gambar Siwak

          Bersiwak juga merupakan sunnah fitrah sebagaimana dinyatakan oleh istri Rasulullah saw, yaitu Aisyah. Menggunakan siwak dianjurkan dalam segala kondisi namun lebih diutamakan pada kondisi-kondisi berikut ini:  
Saat berwudhu
          Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,"Kalau saja tidak memberatkan bagi umatku, niscaya telah aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali berwudhu." (HR. Ahmad).

Saat akan shalat
          Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,"Kalau saja tidak memberatkan bagi umatku, niscaya telah aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat." (HR. Bukhari dan Muslim).

Saat membaca Al-Qur'an
          Dari Ali ra berkata,"Kami diperintahkan untuk bersiwak, dan beliau bersabda,"Apabila seorang hamba bangkit untuk melaksanakan shalat, ia akan didatangi oleh malaikat yang berdiri dibelakangnya, mendengarkan bacaan al-Qur'an dan mendekat, ia akan terus mendengar dan mendekat hingga meletakkan mulutnya di mulut hamba tersebut, sehingga tidaklah ia membaca satu ayat, melainkan di mulut malaikat tersebut." (Dikeluarkan oleh al-Baihaqi (1/38), dan disahihkan oleh al-Albani dalam ash-Shahihah (1213)).

Saat memasuki rumah
          Dari al-Miqdam ibn Syuraih, bahwa ayahnya berkata,"Aku bertanya kepada Aisyah,'Apa yang pertama kali dilakukan oleh Rasulullah saw saat beliau masuk ke dalam rumahnya?' Ia menjawab,'Bersiwak.'" (HR. Muslim).

Saat melakukan qiyamullail
        Hudzaifah ra berkata,"Apabila Rasulullah saw bangun untuk melaksanakan tahajjud, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak." (HR. Bukhari dan Muslim)
Membersihkan mulutnya maksudnya adalah menggosok giginya dengan siwak.



Wallahu'alam...

0 komentar:

Posting Komentar


up